Ayo Indonesia, Ku Ingin Kita Harus Menang!
30 Juli 2007
sumber: Kompas 16 Juli 2007
"Yo... ayo... ayo Indonesia. Ku ingin, kita harus menang.... Yo... ayo... ayo
Indonesia. Ku ingin, kita harus menang...."
Seumur-umur mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, baru saat menjelang
pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK),
Sabtu (14/7) malam, tubuh ini terasa merinding dan kelopak tak bisa membendung
air mata. Mengharukan!
Bagaimana tidak jika 80.000 orang serentak menyanyikan lagu yang akhir-akhir ini
terasa seperti kurang bermakna di tengah bertubi-tubinya masalah yang menimpa
bangsa ini.
Ternyata, orang Indonesia bisa bersatu kalau soal mendukung tim sepak bola.
Seorang kawan malah sempat berujar, kemeriahan suporter Indonesia di GBK malam
itu jauh lebih ramai dibandingkan kampanye pemilihan umum yang juga sering
mengambil tempat di sini.
Koor lagu "Yo… ayo… ayo Indonesia, ku ingin, kita harus menang" membahana
berkali-kali. Koor ini dikenal seluruh suporter Indonesia. Suporter asal Medan
mengganti kata "Indonesia" dengan "PSMS" saat mereka di Stadion Teladan.
Suporter Surabaya menggantinya dengan kata "Persebaya" saat di Tambaksari, atau
kata "Persib Bandung" jika di Stadion Siliwangi.
Di GBK, koor yang dinyanyikan kompak. Suporter mengganti nama klubnya dengan
kata "Indonesia". Dua pertandingan sudah dimainkan Indonesia di GBK. Stadion
tetap penuh oleh suporter yang memerahkan hampir di setiap sudut. Mereka sangat
percaya keajaiban bakal terjadi, untuk pertama kali Indonesia lolos ke perempat
final Piala Asia. Mereka menjadi pemain ke-12 dalam arti sebenarnya, memberikan
energi positif yang membuat timnas tampil kesetanan. Syamsul Bachri Chaeruddin
atau Richardo Salampessy tak ingat lagi bahwa yang dihadapi bukan Thailand atau
Singapura, pesaing di Asia Tenggara, melainkan Arab Saudi, langganan putaran
final Piala Dunia mewakili Asia. Mereka tersihir teriakan "Indonesia" yang
menggetarkan GBK.
Senyap sesaat setelah striker Arab Saudi, Yasser Al Qahtani, menjebol gawang
Yandri Pitoy. Tetapi ribuan suporter ini langsung sadar bahwa semangat mereka
begitu dibutuhkan. Teriakan "Indonesia" pun kembali membahana. Tak butuh waktu
lama mengembalikan semangat pemain Indonesia di lapangan.
Syamsul tiba-tiba bak banteng ketaton, bola yang gagal dioper ke Elie Aiboy
direbut kembali dari kaki pemain Arab Saudi dan disodorkan lagi ke Elie. Liukan
Elie menaklukkan kiper dan pemain belakang Arab Saudi. Mereka seperti belajar
bermain sepak bola dari pemain sekelas Liga Indonesia. Gol. Stadion pun pecah!
Entah berapa desibel kebisingan suporter Merah-Putih menyambut gol itu. Yang
jelas, sepanjang pertandingan, teriakan Indonesia dan koor lagu "kita harus
menang" membuat juara tiga kali Piala Asia kerepotan.
Bahkan, saat Saad Al Harthi kembali membuat senyap GBK kala memasuki injury
time, suporter tetap menyemangati dengan teriakan "Indonesia" berkali-kali,
hingga wasit meniup peluit panjang. Perjuangan melelahkan selama 90 menit di
mata suporter tetap membanggakan.
Tak ada kerusuhan dan anarkisme suporter seperti yang biasa terjadi di Liga
Indonesia. Mereka sontak berdiri bertepuk tangan. Standing ovation malam itu
seperti menyemangati pemain, masih ada satu pertandingan yang harus dimenangi.
Video:
Indonesia Anthem by Fans in Asian Cup 2007 (vs Korea Rep)
Indonesia Fans in Asian Cup 2007 (vs Korea Rep) - 02
Indonesia Fans in Asian Cup 2007 (vs Korea Rep) - 01